ads

Rabu, 06 Mei 2026

Jadwal Pengajian Dalailul Khairat Petamburan: Majelis Asma’ulhusna Habib Chaidir Al-Attas Kembali Dibuka

Kabar gembira bagi para pecinta Rasulullah SAW di ibu kota. Setelah dinanti, Majelis Ta’lim wa Dzikir Asma’ulhusna mengumumkan akan membuka kembali gerbang ilmunya. Ini adalah jawaban atas kerinduan jamaah untuk mengikuti pengajian Dalailul Khairat Petamburan yang penuh berkah.

Pengajian perdana akan diselenggarakan pada hari Kamis, 7 Mei 2026, dimulai ba’da shalat Maghrib. Majelis yang berada di bawah asuhan Al-Walid Habib Chaidir Bin Abdullah Al-Attas ALFagih ini akan kembali menjadi sumber cahaya ilmu dan ketenangan batin bagi masyarakat Jakarta.

Jadwal & Lokasi Pengajian Dalailul Khairat Petamburan

Untuk memastikan Anda tidak ketinggalan keberkahan majelis ini, catat detail lengkap jadwal dan lokasinya. Kehadiran Anda adalah bagian dari syiar Islam di Jakarta Pusat.

  • Acara: Pembukaan Kembali Majelis Ta’lim wa Dzikir Asma’ulhusna
  • Kitab: Pembacaan Dalailul Khairat
  • Guru: Al-Walid Habib Chaidir Bin Abdullah Al-Attas
  • Jadwal Rutin: Setiap Kamis Malam Jumat (Pekan Pertama Bulan Hijriah)
  • Waktu: Ba’da Shalat Maghrib – Selesai
  • Lokasi: Jl. Masjid Al Barokah Rt 07/Rw 05 No 16, Petamburan 4, Jakarta Pusat.

Jamaah dianjurkan hadir lebih awal untuk melaksanakan shalat Maghrib berjamaah di lokasi, sehingga dapat mengikuti seluruh rangkaian acara dengan khusyuk.

Mengenal Guru Mulia: Al-Walid Habib Chaidir Al-Attas

Cahaya sebuah majelis tak terlepas dari sosok gurunya. Majelis Asma’ulhusna berada di bawah naungan ulama kharismatik, Al-Walid Habib Chaidir Bin Abdullah Al-Attas ALFagih. Panggilan “Al-Walid” (ayahanda) merupakan ungkapan cinta dan hormat jamaah atas peran beliau sebagai pengayom ruhani umat.

Gelar “ALFagih” menandakan kedalaman ilmunya, khususnya dalam bidang Fiqih. Di bawah bimbingan beliau, salah satu dari banyak ustadz dan habaib panutan, jamaah dibimbing memahami ajaran Islam sesuai manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah dengan sanad keilmuan yang jelas.

Samudera Cinta dalam Kitab Dalailul Khairat

Amalan utama dalam majelis ini adalah pembacaan kitab shalawat legendaris, Dalailul Khairat wa Syawariqul Anwar. Kitab mahakarya Syaikh Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli ini disusun setelah beliau menyaksikan dahsyatnya kekuatan wasilah shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Fadhilah Mengamalkan Dalailul Khairat

Para ulama meyakini bahwa mengamalkan wirid Dalailul Khairat secara istiqamah memiliki fadhilah yang luar biasa, di antaranya:

  • Menumbuhkan rasa cinta (mahabbah) yang tulus kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.
  • Menjadi wasilah terkabulnya hajat-hajat dunia dan akhirat.
  • Mendatangkan ketenangan jiwa dan keberkahan dalam hidup.
  • Menjadi bekal untuk meraih syafaat agung Rasulullah SAW di hari kiamat.

Oase Ruhani di Tengah Ibu Kota

Kehadiran majelis ilmu dan dzikir adalah kebutuhan ruhani. Majelis Asma’ulhusna menawarkan perpaduan dzikir Asma’ul Husna dan ta’lim mendalami kitab Dalailul Khairat. Ini adalah “taman surga” untuk menyegarkan kembali jiwa yang lelah.

Keberadaan majelis seperti ini sangat krusial, terutama bagi komunitas pengajian Jakarta. Ia berfungsi sebagai benteng akidah dan akhlak, serta pusat penyebaran Islam yang ramah dan menyejukkan, sejalan dengan manhaj Tawasuth (moderat) dan Tasamuh (toleran).

Adab Menghadiri Majelis

Untuk meraih keberkahan maksimal, perhatikan adab-adab berikut saat menghadiri majelis:

  • Niat Ikhlas: Luruskan niat semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT.
  • Pakaian Terbaik: Kenakan pakaian yang sopan, bersih, dan menutup aurat.
  • Tepat Waktu: Usahakan hadir sebelum Maghrib agar tidak ketinggalan fadhilah berjamaah.
  • Jaga Ketenangan: Ubah ponsel ke mode senyap dan fokuskan hati pada pengajian.

Jangan sia-siakan kesempatan emas ini. Tandai kalender Anda pada Kamis, 7 Mei 2026, dan ajak serta keluarga dan sahabat untuk bersama-sama meraih keberkahan ilmu dan shalawat. Bagikan informasi pengajian ini agar manfaatnya semakin luas. Semoga setiap langkah kita dicatat sebagai amal shalih. Aamiin.


Artikel ini pertama kali diterbitkan di Majelis.info. Kunjungi majelis.info untuk info pengajian dan majelis taklim terlengkap di Indonesia.

Jadwal Pengajian Dalailul Khairat Petamburan: Majelis Asma’ulhusna Habib Chaidir Al-Attas Kembali Dibuka

Kabar gembira bagi para pecinta Rasulullah SAW di ibu kota. Setelah dinanti, Majelis Ta’lim wa Dzikir Asma’ulhusna mengumumkan akan ...
Adab Tidur dalam Islam: Tafsir An-Naba 9 & Cara Membersihkan Hati

Setiap malam, jutaan jiwa merebahkan diri dengan hati yang berat, membawa beban amarah dan iri dari hiruk pikuk seharian. Namun, Islam melalui Al-Quran mengajarkan bahwa adab tidur dalam Islam bukan sekadar akhir hari, melainkan proses pembersihan spiritual yang agung.

Hikmah Surah An-Naba ayat 9 menunjukkan bahwa tidur adalah momen “subaata”, sebuah kesempatan emas untuk mengurai kekusutan batin. Ini adalah momen untuk membersihkan hati, agar kita terbangun sebagai manusia baru esok pagi.

Artikel ini akan mengupas tuntas bagaimana pemahaman mendalam ayat tersebut dapat menjadi sarana spiritual cleansing paling ampuh yang bisa kita lakukan setiap malam, mengubah rutinitas tidur menjadi sebuah ibadah pembaruan diri.

Tafsir Mendalam Surah An-Naba Ayat 9: Makna Sejati “Subaata”

Allah SWT berfirman dalam Surah An-Naba ayat 9, sebuah ayat yang sering kita dengar namun sarat akan makna spiritual bagi kaum Ahlussunnah wal Jama’ah.

وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا

“Wa ja’alnā naumakum subātā.”

Artinya: “dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS. An-Naba: 9)

Secara harfiah, “subaata” sering diartikan istirahat fisik. Namun, para ulama tasawuf memberikan pemaknaan lebih dalam. Kata ini berasal dari akar kata “sabata” yang berarti memutus atau mengurai. Tidur adalah momen Allah memutus kesadaran kita dari dunia, memberi kesempatan untuk mengurai keruwetan jiwa.

Tidur adalah “kematian kecil” (maut sughra). Ini adalah momen krusial di mana hati yang kotor karena prasangka, amarah, atau dengki dapat dibersihkan. Jika tidak, kotoran itu akan mengendap dan menjadi penyakit hati yang kronis.

Mengapa Membersihkan Hati Sebelum Tidur Begitu Penting?

Memahami makna “subaata” membawa kita pada kesadaran akan pentingnya persiapan sebelum tidur. Ini bukan sekadar rutinitas, melainkan adab spiritual yang berdampak langsung pada kesehatan mental dan rohani kita.

Mencegah Penyakit Hati Menjadi Kronis

Membawa dendam dan amarah ke alam tidur sama saja membiarkan “virus” tersebut menginfeksi sistem spiritual kita semalaman. Pagi harinya, kita tidak merasa segar, melainkan semakin lelah secara emosional dan spiritual.

Meneladani Akhlak Rasulullah SAW

Manhaj Aswaja an-Nahdliyah selalu merujuk pada akhlak mulia Baginda Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah pribadi pemaaf. Mengamalkan adab membersihkan hati sebelum tidur adalah wujud nyata meneladani sunnah beliau, sebagaimana sering dibahas dalam berbagai pengajian Islam di Indonesia.

Mempersiapkan Diri untuk “Kematian Kecil”

Tidak ada jaminan kita akan bangun esok hari. Dengan membersihkan hati dan memaafkan semua makhluk, kita mempersiapkan diri bertemu Allah SWT dalam keadaan terbaik, seandainya malam itu adalah malam terakhir kita.

Panduan Praktis Adab Tidur dalam Islam untuk Membersihkan Hati

Lalu, bagaimana cara praktis mengamalkan proses pembersihan hati ini? Berikut adalah beberapa adab sebelum tidur yang diajarkan dalam Islam, yang selaras dengan semangat “subaata”.

1. Berwudhu Sebelum Tidur

Wudhu bukan hanya membersihkan fisik, tapi juga simbol penyucian batin. Rasulullah SAW bersabda bahwa malaikat akan menemani dan mendoakan orang yang tidur dalam keadaan suci.

2. Muhasabah dan Istighfar

Duduklah sejenak. Renungkan perjalanan hari ini. Adakah lisan yang tersakiti? Adakah hak yang terambil? Akui kesalahan di hadapan Allah, lalu beristighfarlah dengan tulus untuk melepaskan ego.

3. Memaafkan Semua Orang Tanpa Syarat

Inilah inti dari proses “subaata”. Ucapkan dalam hati, “Ya Allah, saksikanlah malam ini aku memaafkan semua orang yang telah menyakitiku.” Melepaskan beban ini akan membuat hati terasa ringan luar biasa.

4. Membaca Doa dan Dzikir Perlindungan

Setelah hati bersih, bentengi diri dengan dzikir. Bacalah Ayat Kursi, tiga surah Qul (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas), lalu usapkan ke seluruh tubuh. Akhiri dengan doa sebelum tidur, “Bismika Allahumma ahya wa bismika amut.”

Tidur Sebagai Proses ‘Reboot’ Spiritual

Lihatlah tidur sebagai proses “reboot” atau memulai ulang sistem spiritual kita. Setiap hari, “RAM” hati kita dipenuhi “cache” emosi negatif: marah, iri, atau rasa tidak cukup. Proses adab tidur adalah cara kita untuk “clear cache” dan “shutdown” dengan benar.

Saat Allah “menyalakan” kita kembali di pagi hari, sistem operasi jiwa kita berjalan lancar, bersih, dan optimal. Kita benar-benar “booting” sebagai manusia baru, siap menghadapi hari dengan hati yang lapang, persis seperti makna “subaata” yang sesungguhnya.

Mari jadikan setiap malam sebagai kesempatan berharga untuk beribadah dan membersihkan diri. Jangan sia-siakan momen “subaata” yang Allah anugerahkan. Jika Anda terinspirasi untuk berbagi ilmu ini lebih luas, pelajari cara mengadakan pengajian di lingkungan Anda.

Bagikan artikel penuh hikmah ini kepada keluarga dan sahabat agar manfaat kebaikan ini semakin luas. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita untuk memiliki hati yang bersih saat terjaga maupun terlelap.


✨ Rekomendasi Pilihan Editor

📿 Koleksi Islami Terpilih

Buku, perlengkapan sholat & busana muslim pilihan terbaik

🛒 Cek Produk Sekarang

Tanya Jawab (FAQ)

Apa makna utama Surah An-Naba ayat 9 tentang tidur?
Makna utamanya adalah bahwa tidur (‘subaata’) bukan sekadar istirahat fisik, melainkan proses spiritual dari Allah untuk ‘memutus’ kita dari hiruk pikuk dunia dan memberikan kesempatan untuk mengurai serta membersihkan hati dari emosi negatif yang terkumpul seharian.

Apa amalan terpenting dalam adab tidur Islam untuk membersihkan hati?
Selain berwudhu dan berdzikir, amalan inti yang paling penting adalah melakukan muhasabah (introspeksi diri) dan secara sadar memaafkan semua orang yang telah berbuat salah kepada kita sebelum memejamkan mata. Ini adalah kunci untuk melepaskan beban hati.


Artikel ini pertama kali diterbitkan di Majelis.info. Kunjungi majelis.info untuk info pengajian dan majelis taklim terlengkap di Indonesia.

Adab Tidur dalam Islam: Tafsir An-Naba 9 & Cara Membersihkan Hati

Setiap malam, jutaan jiwa merebahkan diri dengan hati yang berat, membawa beban amarah dan iri dari hiruk pikuk seharian. Namun, Isl...
Liputan & Jadwal Majelis Sabilus Sholihin Rawa Belong: Kunci Menjaga Hati

Suasana khusyuk dan penuh keberkahan kembali menyelimuti kawasan Rawa Belong, Jakarta Barat. Ratusan jamaah memadati Majelis Sabilus Sholihin Rawa Belong untuk mengikuti pengajian bulanan rutin yang menjadi oase spiritual di tengah kesibukan ibu kota.

Dalam kesempatan mulia tersebut, Guru Tetap Al Habib Husein bin Ja’far Al Haddad menyampaikan tausiyah mendalam tentang urgensi menjaga hati sebagai benteng utama keimanan di tengah derasnya arus fitnah akhir zaman. Pengajian ini secara konsisten menghadirkan ilmu-ilmu warisan para Salafus Shalih.

Kehadiran para ulama menjadi bukti nyata bahwa syiar Islam Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah terus bersinar, membimbing umat untuk tetap berada di jalan yang lurus. Ini adalah bagian dari denyut nadi pengajian Islam di Indonesia yang tak pernah padam.

Suasana Khusyuk Diawali Lantunan Maulid yang Merdu

Seperti biasa, majelis yang mulia ini dibuka dengan pembacaan Maulid Simtudduror. Dipimpin oleh Al Ustadz Zainaldi Ahmad, lantunan qasidah dan shalawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW menggema syahdu, mengetuk pintu-pintu hati para jamaah yang hadir.

Tradisi pembacaan maulid ini merupakan ciri khas majelis-majelis Aswaja, sebagai wujud ekspresi cinta dan kegembiraan atas diutusnya Rasulullah SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam. Momen ini menjadi persiapan ruhani sebelum menyelami samudra ilmu.

Hikmah Utama: Tiga Kunci Menjaga Hati dari Habib Husein Al Haddad

Memasuki acara puncak, Al Habib Husein bin Ja’far Al Haddad menyampaikan tausiyahnya. Dengan gaya yang tenang, beliau mengupas tema sentral: “Menjaga Keselamatan Hati di Era Fitnah”. Beliau menekankan bahwa sumber segala kebaikan dan keburukan berasal dari hati.

“Jika hati baik, maka baik pula seluruh amalannya. Namun jika hati telah rusak, maka rusak pula seluruh perbuatannya,” ujar Habib Husein. Beliau kemudian merinci tiga kunci utama agar hati senantiasa terjaga.

1. Muraqabah: Merasa Selalu dalam Pengawasan Allah SWT

Kunci pertama adalah menanamkan sifat muraqabah, yaitu kesadaran penuh bahwa Allah SWT senantiasa melihat kita. Sifat ini adalah rem paling pakem dari perbuatan maksiat.

“Sebelum lisan berucap atau tangan bertindak, tanyakan pada hati: ‘Apakah Allah ridha dengan ini?’. Jika kita yakin selalu diawasi, kita akan malu untuk berbuat dosa,” jelas beliau.

2. Menjaga Lisan dan Pendengaran

Kunci kedua adalah menjaga dua pintu utama yang sering memasukkan ‘kotoran’ ke dalam hati: lisan dan telinga. Di era media sosial, menjaga lisan dari ghibah dan fitnah menjadi tantangan berat.

Habib Husein mengingatkan, “Sibukkan lisan kita dengan dzikir dan shalawat. Palingkan pendengaran kita dari aib orang lain dan perdebatan kusir yang hanya mengeraskan hati.”

3. Bersahabat dengan Orang Saleh & Hadiri Majelis Ilmu

Kunci ketiga adalah memilih lingkungan. Beliau mengibaratkan teman saleh seperti penjual minyak wangi; kita akan ikut terpercik harumnya. Menghadiri majelis ilmu adalah cara terbaik untuk berada di lingkungan yang saleh.

“Di sini kita berkumpul dengan orang-orang yang ingin menjadi lebih baik, saling mengingatkan dalam kebenaran, dan hati kita akan terobati dengan mendengarkan ilmu dan dzikir,” pungkas Habib Husein, yang profilnya dapat ditelusuri melalui direktori ustadz Aswaja.

Jadwal Rutin Majelis Sabilus Sholihin Rawa Belong

Bagi Anda yang ingin merasakan keberkahan majelis ini, Majelis Sabilus Sholihin Rawa Belong diselenggarakan secara rutin dan terbuka untuk umum (khusus ikhwan). Berikut adalah informasi lengkapnya:

  • Acara: Pengajian Bulanan Majlis Ta’lim Sabilus Sholihin
  • Waktu: Setiap Rabu Malam Kamis (sebulan sekali)
  • Jam: Ba’da Isya – Selesai
  • Lokasi: Kediaman Bapak Nazar (Aan), Jl. Sulaiman, Samping Alfa Pasar Bunga Rawa Belong, Jakarta Barat.
  • Pengisi Acara: Al Habib Husein bin Ja’far Al Haddad & Al Ustadz Zainaldi Ahmad

Kehadiran Anda di majelis ilmu adalah investasi terbaik untuk dunia dan akhirat. Mari niatkan langkah untuk hadir, menyambung silaturahmi, dan memperdalam ilmu agama bersama para ulama pewaris Nabi di pengajian Jakarta ini.

Jangan biarkan informasi berharga ini berhenti di Anda. Bagikan artikel liputan dan jadwal pengajian ini kepada keluarga dan sahabat agar semakin banyak yang merasakan manfaatnya. Sampai jumpa di majelis ilmu berikutnya!


Artikel ini pertama kali diterbitkan di Majelis.info. Kunjungi majelis.info untuk info pengajian dan majelis taklim terlengkap di Indonesia.

Liputan & Jadwal Majelis Sabilus Sholihin Rawa Belong: Kunci Menjaga Hati

Suasana khusyuk dan penuh keberkahan kembali menyelimuti kawasan Rawa Belong, Jakarta Barat. Ratusan jamaah memadati Majelis Sabilus...

Kamis, 25 Februari 2021

LIVE : 40 Hari Atas Wafatnya Saydil Walid AL Habib Ali Bin Abdurahman A...

Rabu, 28 Maret 2018



Doa sulit terkabul atau tidak kunjung terkabul, apa sebabnya? Habib Novel menjelaskannya dengan lugas.

Semenjak diposting atau dipublikasikan pada 19 04 2017 - 01:42:02 Video ini sudah dilihat orang sebanyak 13547 kali, di antara pemirsanya ada 295 orang yang likes, dan Jumlah yang tidak suka dengan video ini adalah: 6. Video ini telah difavoritkan oleh sebanyak 0 orang dan sudah dikomentari sebanyak 12 kali, Video yang memiliki durasi Panjang 7 Minute(s) 37 Second(s) ini, masuk dalam Kategori Education

Video yang berjudul Mengapa Doa Saya Belum Terkabul ? Habib Novel Alaydrus dipublikasikan oleh Channel Habib Novel Alaydrus pada 19 04 2017 - 01:42:02

Video Terkait Video Mengapa Doa Saya Belum Terkabul ? Habib Novel Alaydrus

  • Kalam Nabi
    Kalam Nabi


  • Fadhilah Membaca Basmalah; Tafsir Hikmah; Habib Novel Bin Muhammad Alaydrus
    Fadhilah Membaca Basmalah; Tafsir Hikmah; Habib Novel Bin Muhammad Alaydrus
    Kajian Islam Bersama Habib Novel Alaydrus, Pengasuh Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhah SOLO, Jawa Tengah.

  • Al-Hikam
    Al-Hikam


  • Bolehkah Memegang Al-Quran Terjemahan Tanpa Wudhu, Habib Novel Alaydrus
    Bolehkah Memegang Al-Quran Terjemahan Tanpa Wudhu, Habib Novel Alaydrus
    Bolehkah memegang (menyentuh) Al-Quran terjemahan?

Mengapa Doa Saya Belum Terkabul ? Habib Novel Alaydrus

Doa sulit terkabul atau tidak kunjung terkabul, apa sebabnya? Habib Novel menjelaskannya dengan lugas. Semenjak diposting atau dipublikasik...

Senin, 26 Maret 2018



Semenjak diposting atau dipublikasikan pada 08 04 2017 - 09:10:30 Video ini sudah dilihat orang sebanyak kali, di antara pemirsanya ada orang yang likes, dan Jumlah yang tidak suka dengan video ini adalah: . Video ini telah difavoritkan oleh sebanyak orang dan sudah dikomentari sebanyak kali, Video yang memiliki durasi Panjang ini, masuk dalam Kategori

Video yang berjudul Kalam Nabi dipublikasikan oleh Channel Habib Novel Alaydrus pada 08 04 2017 - 09:10:30

Video Terkait Video Kalam Nabi

  • Jangan Putus Asa
    Jangan Putus Asa
    Kajian Islam Bersama Habib Novel Alaydrus, Pengasuh Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhah SOLO, Jawa Tengah.

  • Keberkahan Angka Tujuh; Tafsir Hikmah; Habib Novel Bin Muhammad Alaydrus
    Keberkahan Angka Tujuh; Tafsir Hikmah; Habib Novel Bin Muhammad Alaydrus
    Kajian Islam Bersama Habib Novel Alaydrus, Pengasuh Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhah SOLO, Jawa Tengah.

  • Mengapa Doa Saya Belum Terkabul ? Habib Novel Alaydrus
    Mengapa Doa Saya Belum Terkabul ? Habib Novel Alaydrus
    Doa sulit terkabul atau tidak kunjung terkabul, apa sebabnya? Habib Novel menjelaskannya dengan lugas.

  • Jangan Putus Asa
    Jangan Putus Asa
    Kajian Islam Bersama Habib Novel Alaydrus, Pengasuh Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhah SOLO, Jawa Tengah.

Kalam Nabi

Semenjak diposting atau dipublikasikan pada 08 04 2017 - 09:10:30 Video ini sudah dilihat orang sebanyak kali, di antara pemirsanya ada o...



[LIVE] SAFARI MAULID JAMURI - MAJELIS AR-RAUDHAH 22 NOVEMBER 2017

Semenjak diposting atau dipublikasikan pada 22 11 2017 - 09:25:16 Video ini sudah dilihat orang sebanyak 649 kali, di antara pemirsanya ada 52 orang yang likes, dan Jumlah yang tidak suka dengan video ini adalah: 0. Video ini telah difavoritkan oleh sebanyak 0 orang dan sudah dikomentari sebanyak 0 kali, Video yang memiliki durasi Panjang 2 Hour(s) 40 Minute(s) 18 Second(s) ini, masuk dalam Kategori Gaming

Video yang berjudul [LIVE] SAFARI MAULID JAMURI - MAJELIS AR-RAUDHAH 22 NOVEMBER 2017 dipublikasikan oleh Channel Habib Novel Alaydrus pada 22 11 2017 - 09:25:16

Video Terkait Video [LIVE] SAFARI MAULID JAMURI - MAJELIS AR-RAUDHAH 22 NOVEMBER 2017

  • Selamat Dari Siksa Neraka, Habib Novel Alaydrus
    Selamat Dari Siksa Neraka, Habib Novel Alaydrus
    Doa Selamat Dari Siksa Neraka, perisai dari siksa neraka.

  • Doa Penghapus Dosa Kongkow (Doa Penutup Majelis), Habib Novel Alaydrus
    Doa Penghapus Dosa Kongkow (Doa Penutup Majelis), Habib Novel Alaydrus
    Doa Penutup Majelis, Doa Kafaratul Majelis, Doa Penghapus Dosa Majelis, Doa Penutup Majelis, DOA PENGHAPUS DOSA KUMPUL BARENG, KONGKOW ...

  • Kajian Habib Umar bin Hafidz
    Kajian Habib Umar bin Hafidz


  • Kendaraan Akhirat, Qolbun Salim, Habib Novel Alaydrus
    Kendaraan Akhirat, Qolbun Salim, Habib Novel Alaydrus
    Kendaraan Akhirat, Qolbun Salim, Seni Menata Hati.

[LIVE] SAFARI MAULID JAMURI - MAJELIS AR-RAUDHAH 22 NOVEMBER 2017

[LIVE] SAFARI MAULID JAMURI - MAJELIS AR-RAUDHAH 22 NOVEMBER 2017 Semenjak diposting atau dipublikasikan pada 22 11 2017 - 09:25:16 Video i...

 

Jadwal Majelis © 2015 - Blogger Templates Designed by Templateism.com, Plugins By MyBloggerLab.com